Bismillahirrohmaanirrohiim. Nabi Muhammad Saw dilahirkan di kota Mekah pada hari Senin, 22 Rabiul Awwal Tahun Gajah (bertepatan dengan tanggal 22 April 571 M). Tahun kelahirannya disebut Tahun Gajah karena sebelum beliau lahir ada pasukan dari Habasyah yang datang ke Mekah untuk menghancurkan Ka'bah. Di dalam pasukan tersebut terdapat banyak gajah perang yang kemudian Allah Swt hancurkan sebagai penghormatan terhadap kelahiran Nabi Muhammad Saw. Ketika beliau lahir, ayahanda beliau yang bernama Abdullah bin Abdul Muthallib sudah tidak ada. Abdullah wafat saat Nabi masih di dalam kandungan. Pada saat wafat, usia Abdullah baru 18 tahun. Sedangkan ibundanya yang bernama Aminah wafat saat Nabi berusia 6 tahun. Setelah sang ibunda wafat, Nabi diasuh oleh kakeknya yang bernama Abdul Muthollib hingga berusia 8 tahun. Saat beliau berusia 8 tahun, sang kakek juga meninggal, hingga beliau akhirnya diasuh oleh pamannya yang bernama Abu Tholib. Sang paman inilah yang setia mengasuh, merawat, mendidik, dan membela Nabi hingga beliau dewasa dan mendapatkan risalah kenabian dari Allah Swt.
Pada saat itu, jazirah Arab pada khususnya dan keseluruhan dunia pada umumnya, berada di suatu zaman yang disebut Zaman Jahiliyyah (zaman kebodohan). Kebodohan yang dimaksud bukanlah karena kebodohan akal atau intelektual, tapi kebodohan akhlaq, moral, dan kebodohan ibadah. Rata-rata manusia pada zaman itu menyembah berhala, alam, benda-benda langit, jin (yang dipercayai sebagai roh nenek moyang) dan sebagainya. Perjudian adalah hal yang marak dikerjakan dan khamr adalah minuman sehari-hari, perzinahan meraja lela, pembunuhan terhadap bayi-bayi perempuan dianggap biasa, dan berbagai keburukan lainnya. Inilah zaman yang menempatkan manusia pada suatu lembah yang lebih hina daripada binatang. Inilah zaman dimana kehadiran sang Rasul sangat dinantikan, untuk membimbing manusia kearah yang seharusnya dan menuntun mereka ke kebaikan yang sebenarnya. Maka dari itu, kelahiran Nabi Muhammad Saw tidak hanya merubah kehidupan penduduk Mekah, atau bangsa Arab, tapi telah mempengaruhi manusia secara umum di dunia.
Nasab beliau dari pihak ayah adalah : Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthollib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushay bin Kilaab
Nasab beliau dari pihak ibu adalah : Muhammad bin Aminah binti Wahab bin Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilaab
Dari kedua jalur nasab ini, nasab dari pihak ayah dan ibu bertemu pada kakek Nabi yang kelima, yaitu Kilaab.
Allahumma sholli 'alaa sayyidinaa Muhammad wa 'alaa aali sayyidinaa Muhammad.

No comments:
Post a Comment